Hilangnya Adab Menjadi Kemunduran Peradaban Islam



 Hilangnya Adab Menjadi Kemunduran Peradaban Islam
Masalah yang ada pada masyarakat sekarang adalah masalah adab dan ilmu. Dalam artian luas, Ilmu sudah mulai dijauhkan, bahkan dihilangkan nilai-nilai adabnya. Sehingga terjadilah suatu keadaan yang mana hilangnya adab (The Lost of Adab). Pengaruh buruk dari peristiwa ini adalah kebingungan atau kekeliruan persepsi mengenai ilmu pengetahuan, yang berpengaruh menyebabkan ketiadaan adab dari masyarakat. Hasil akhirnya akan melahirkan para pemimpin yang bukan saja tidak layak memimpin umat, melainkan tidak memiliki akhlak yang luhur dan kapasitas intelektual dan spiritual yang cukup. Sehingga akan membawa kerusakan di berbagai sudut kehidupan. Baik individu, masyarakat, bangsa maupun Negara.
Hilangnya adab menjadi salah satu problem terbesar bagi kemunduran peradaban islam, karena adab sendiri sangat penting untuk dimiliki manusia. Sehingga orang yang berilmu jika dia tidak memiliki adab, maka ilmu yang dimilki sama sekali tidak berguna. Dari adab akan kelihatan, apakah manusia memakai ilmunya untuk kebaikan, atau hanya sebagai ma’rifah (pengetahuan) semata. Di zaman sekarang banyak orang pandai tetapi menyalahgunakan kepandaianya untuk hal yang tidak baik. Banyak orang pandai, tetapi dengan kepandaianya dia gunakan untuk korupsi, berbohong, mencuri, dan masih banyak kejahatan serupa yang bias dilakukan. Bias dibilang tidak semua orang berilmu akan berbuat baik, malah sebaliknya  berpotensi lebih banyak. Inilah yang menyebabkan kemunduran umat islam, mereka tidak tau tentang syariat yang benar, ilmu keagamaan yang tidak diperdalam, yang terjadi adalah acuh tak acuh pada keadaan yang sebenarnya merusak ummat islam bahkan dirinya sendiri.
Untuk menjangakau semua itu, kita sebagai generasi yang faham, yang mampu untuk menyadarkan generasi selanjutnya, dengan menepuk sekeliling kita bahwasanya pentingnya adab dalam segala hal. Mengajaknya untuk terus berpegang teguh dengan syariat dan ajaran Al-Qur’an. Menjalankan semua perintahnya dan menjauhi segala larangannya itulah syiar terbesar yang kita lantunkan. Karena secara sadar salah satu guru besar kita Imam Syafi’i  berkata “laisal ‘lm makhufidza walakin Al-Ilm ma nafa’a”. Artinya  tidaklah disebut ilmu, apa yang hanya dihafal, tetapi ilmu adalah apa yang diaktualisasikan dalam bentuk adab yang akan memberikan manfaat.
Sefmyname

Comments

Popular posts from this blog

Mampir menggores kata walau sebentar